Antisipasi Konflik SARA

January 13, 2009 by jiad  
Filed under Berita

Selasa, 13 Januari 2009

JOMBANG – Konflik berkepanjangan antara Israel dengan Palestina, memantik kekhawatiran pemuka agama di Jombang. Sebab, konflik ini semakin mengarah ke isu SARA. Khususnya dalam hal agama. Yakni, antara umat Islam dengan Yahudi. Mereka khawatir, pembantaian yang dilakukan Israel memantik kemarahan umat Islam. Yang akhirnya memusuhi agama lain, atau dalam hal ini Yahudi. Yang telah terjadi adalah kasus penutupan paksa sebuah Sinagog (rumah ibadah umat Yahudi) di Jl Kayoon oleh sejumlah Ormas Islam Surabaya, pekan lalu. ”Kami tidak ingin konflik ini menciptakan permusuhan antar agama,” ungkap Suyoto Adi, salah satu tokoh komunitas GKJW Jombang, di sela-sela jumpa pers di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Diaspora, Desa Mojongapit, Senin (12/1) kemarin.
Read more

Pernyataan Sikap Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD)

January 11, 2009 by admin  
Filed under Headline

“Stop Perang Israel-Palestina, WASPADAI Upaya Menjadikannya
Sebagai Konflik Agama di Indonesia”

Untuk kesekian kalinya konflik di kawasan Timur Tengah berbuah tragedi kemanusiaan yang memilukan. Serangan Israel terhadap penduduk di jalur Gaza sejak 27 Desember 2008 telah merenggut ratusan nyawa, menghancurkan berbagai fasilitas umum dan tempat ibadah, dan menimbulkan kerugian moril dan meteriil yang cukup besar. Konflik Arab-Israel yang sudah berlangsung 60 tahun lebih adalah konflik politik yang lekat dengan isu ras dan agama. Apa yang telah dilakukan Israel terhadap penduduk Palestina di jalur Gaza merupakan tindakan biadab yang melecehkan kemanusiaan dan konstitusi internasional. Semua bangsa dan agama jelas tidak sepakat akan tindakan kekerasan dan pembantaian dengan alasan apapun.

Berbagai reaksi di belahan dunia membuktikan bahwa tragedi tersebut adalah tragedi umat manuisa yang harus dihentikan. Umat manusia di seluruh dunia harus mengecam tindakan Pemerintah Israel tersebut dan harus menyatakan “PERANG” terhadap segala tindak kekerasan dan pembantaian. Harus dipertegas bahwa konflik tersebut BUKANLAH konflik antara ISLAM dan YAHUDI akan tetapi konflik antara AROGANSI MILITER ISRAEL dan PENEGAKAN KEDAULATAN. Korban yang berjatuhan di pihak Palestina nyatanya bukan hanya warga sipil yang beragama Muslim, namun juga penduduk yang beragama Yahudi dan Nasrani.

Tragedi tersebut telah memancing kemarahan berbagai lapisan masyarakat dunia termasuk di Indonesia. Banyak elemen mengutuk tindakan tersebut dan menyikapi dengan emosional, misalnya dengan melakukan provokasi dan mobilisasi massa untuk jihad fisik ke Palestina. Yang paling menyedihkan, pada tanggal xx 2009 lalu, 21 ormas yang menyatakan keprihatinannya terhadap konfli palestina, telah melakukan aksi penutupan dan penyegelan tempat ibadah kelompok Yahudi (sinagog) di jalan Kayoon 4-6 Surabaya. Aksi ini disamping tidak tetap juga memicu sentiment public bahwa seakan-akan konflik yang terjadi di Palestina adalah pertikaian antaragama. Aksi ini sangat berpotensi memancing sentimen maupu kebencian terhadapak agama lain, yang sekaligus membahayakan pondasi kehidupan keberagamaan di republic ini.
Iini menunjukkan bahwa ada upaya untuk menyeret konflik kemanusiaan ini ke isu SARA

Dari berbagai ulasan di atas, Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur yang selama ini concern dalam persoalan gerakan anti diskriminasi, pluralisme dan perdamaian menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengutuk semua tindakan kekerasan dan pembantaian yang dilakukan oleh Israel termasuk yang dilakukan sejak 27 Desember yang lalu. Kami mengecam dan menuntut penghentian berbagai serangan militer terhadap penduduk sipil dengan alasan APAPUN dan menuntut untuk SEGERA menyelesaikan konflik berkepanjangan di Palestina dengan jalan DAMAI dan memegang PRINSIP KEMANUSIAAN dan KEADILAN.
  2. Mengecam segala bentuk tindakan berbau SARA dan emosional dalam menyikapi tragedi di palestina termasuk aksi penyegelan Sinagog di jalan Kayoon 4 dan sweeping yang dilakukan dengan mengatasnamakan solidaritas terhadap korban Palestina.
  3. Menyerukan kepada seluruh ormas keagamaan maupun partai politik di Jawa Timur agar tidak mendistorsi peristiwa Palestina menjadi semacam pertikaian antar agama maupun, keyakinan, karena pada hakikatnya peristiwa tersebut merupakan konflik kedaulatan antarnegara
  4. Meminta kepada aparat keamanan agar bertindak tegas kepada kelompok-kelompok yang dengan sengaja menggunakan peristiwa Palestina untuk menyebar kebencian kepada kelompok/agama/keyakinan tertentu di wilayah Indonesia.

Surabaya, 7 Januari 2008
Presidium Jaringan Islam

Aan Anshori
Ketua