Antisipasi Konflik SARA
Selasa, 13 Januari 2009
JOMBANG – Konflik berkepanjangan antara Israel dengan Palestina, memantik kekhawatiran pemuka agama di Jombang. Sebab, konflik ini semakin mengarah ke isu SARA. Khususnya dalam hal agama. Yakni, antara umat Islam dengan Yahudi. Mereka khawatir, pembantaian yang dilakukan Israel memantik kemarahan umat Islam. Yang akhirnya memusuhi agama lain, atau dalam hal ini Yahudi. Yang telah terjadi adalah kasus penutupan paksa sebuah Sinagog (rumah ibadah umat Yahudi) di Jl Kayoon oleh sejumlah Ormas Islam Surabaya, pekan lalu. ”Kami tidak ingin konflik ini menciptakan permusuhan antar agama,” ungkap Suyoto Adi, salah satu tokoh komunitas GKJW Jombang, di sela-sela jumpa pers di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Diaspora, Desa Mojongapit, Senin (12/1) kemarin.
Pria yang akrab disapa Mbah Kung ini melanjutkan, tragedi kemanusiaan di jalur Gaza memang patut dihentikan. Karena memancing kemarahan berbagai lapisan masyarakat, termasuk di Indonesia. Tak sedikit elemen masyarakat yang mengutuk tindakan Israel tersebut. Sayangnya, banyak pihak yang menyikapinya secara emosional. Salah satu kasusnya adalah penutupan Sinagog di Surabaya, yang dilakukan 21 ormas. Aksi ini, lanjut Mbah Kung, rawan memicu sentimen publik bahwa konflik Gaza adalah pertikaian antaragama. Sehingga bisa memancing kebencian terhadap agama lain. ”Ini membahayakan fondasi kehidupan beragama di Indonesia,” tegas pria yang juga penasehat GAMKI ini.
Pdt Edy Kusmayadi, dari komunitas Kristen Protestan mengatakan, ia memiliki anggapan tersendiri terkait agresi militer israel di Palestina. Dia menganalogikan Israel sebagai salah satu keluarga. Apabila keluarga itu melakukan tindak kejahatan, keluarga itu jugalah yang harus dihukum. Bukan seluruh penduduk yang ada di sekitar keluarga tersebut. Artinya, hanya Israel lah yang patut dikecam. Bukannya seluruh warga Yahudi yang ada di seluruh dunia. ”Itu yang perlu dipahami oleh seluruh warga masyarakat,” lontar Edy.
Hal senada juga disampaikan Aan Anshori, dari komunitas muslim. Aktivis Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jatim menegaskan, sejumlah tokoh pemuka agama yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Lintas Agama dan Etnis ini, sepakat untuk mengecam tindakan Israel. Namun, mereka juga tidak ingin jika konflik ini melebar ke ranah agama. Untuk itu, lanjut Aan, pihaknya meminta kepada pemerintah dan aparat penegak hukum agar terus memelototi pergerakan sejumlah pihak, yang ingin mengusung isu agama dalam menyikapi konflik ini. Karena bagaimanapun juga, konflik ini merupakan pertikaian antarnegara. ”Sehingga jangan sampai membawa preseden buruk bagi kehidupan beragama di Indonesia,” tegas Aan yang juga bersama Faizuddin, dari komunitas muslim.
Sementara itu, acara yang berlangsung sederhana ini melibatkan sejumlah tokoh pemuka agama di Jombang. Yakni dari umat Islam, Nasrani, Budha, Hindu, dan Konghucu. (doy/lal)
http://www.radarmojokerto.co.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=1293



Comments
Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!